Jumat, 30 Mei 2014

"Mauna Menas"

Desa Lafa di Kec. Tehoru adalah suatu desa yg kaya dengan hasil bumi. Keadaan tanahnya yg subur membuat sebagian besar mata pencaharian penduduk di sana adalah bercocok tanam. Berbagai-bagai macam tanaman di tanam oleh penduduk mulai dari umbi-umbian, sayuran sampai buah-buahan.
Salah satu buah yg paling enak & terkenal dari desa ini yaitu durian.
Selain kaya dengan hasil bumi, budaya lain yg di punyai penduduk disana adalah masih mempertahankan bahasa daerah. Salah satu bahasa yg di pakai oleh penduduk di sana adalah "Mauna Menas". Mauna artinya mencari, Menas artinya durian terenak.
Cerita "Mauna Menas" berawal dari kisah seorang opa yg bernama Opa Menas. Opa Menas adalah seorang opa yg rajin & ulet. Pekerjaan bercocok tanam di lakoninya sebagai Hobi tapi juga untuk menafkahi keluarganya. Suatu saat Opa Menas mempunyai satu bibit pohon durian. Bersama-sama dengan istrinya mereka berdua pergi ke hutan untuk menanam bibit pohon durian tersebut.

Pesan yg mau di sampaikan kepada kita semua dari cerita Mauna Menas adalah :
Kehidupan manusia di dunia hanya sementara, ketika waktunya manusia itu mati maka tak ada barang berharga dari dunia yg ia bawa. Dia akan kembali kepada penciptanya sama seperti waktu dia di lahirkan ke dunia. Tapi seluruh jerih payah, budi bahkan jasanya akan selalu menjadi bagian terindah yg terukir sebagai kenangan bagi keluarga dan sesamanya.

Tarian Timba Ikan Nasi

Setiap desa yang berada di pulau Maluku memilki sejarah dan budaya yang unik. Keunikan itu merupakan ciri khas dari suatu desa. Kalau di Rumakai terkenal dengan "air terjun yang indah", di Mamala terkenal dengan tradisi "pukul manyapu", di Haruku terkenal dengan "Ikan Lompa", sedangkan di desa Makariki kecamatan Amahai terkenal dengan "Ikan Nasi". Tradisi timba ikan nasi merupakan suatu keajaiban alam yang terjadi setiap bulan Mei, pada saat "Kenaikan Isa Almasih". Ikan nasi merupakan sejenis ikan puri tapi ukurannya sangat kecil seperti nasi. Beberapa hari sebelum tiba saatnya perayaan Kenaikan Isa Almasih, ikan yang hidup di air tawar yg bernama "Ikan Mol" akan turun ke air asin untuk bertelur di muara yang bernama muara Ruata, Aminahano dan Uruael. Telur yang di hasilkan ikan Mol sangat banyak tak terhitung jumlahnya. Ketika waktunya sudah tiba telur-telur itupun menetas & lahirlah ribuan bahkan jutaan ikan nasi. Ikan-ikan yang kecil ini hanya berenang di tengah muara. Hari yang di tunggu-tunggu pun tiba ketika orang-orang akan datang berbondong-bondong dengan peralatan yang di sediakan untuk menimba ikan nasi. 'Terjadilah tarian timba ikan nasi' Kesimpulan cerita : Bumi tempat kita berpijak di ciptakan Tuhan dengan segala keindahan & kekayaannya. Kekayaan alam dan budaya yang unik merupakan ciri khas dari daerah tempat kita di lahirkan dan di besarkan. Wujudkan rasa cinta terhadap budaya dengan menjaga, merawat & melestarikannya agar tidak punah oleh perkembangan zaman & teknologi sehingga dapat menjadi warisan untuk generasi2 yang akan datang.